alam penuh kejutan

alam penuh kejutan
malino

Sabtu, 02 Juni 2012

MAKALAH PENULISAN BAHAN AJAR DAN BUKU TEKS PELAJARAN


PENULISAN BAHAN AJAR DAN BUKU TEKS PELAJARAN



1.  PENDAHULUAN
            Bahan ajar merupakan media penting bagi guru dalam melaksanakan proses pembelajaran. Tanpa bahan ajar, tampaknya guru akan mengalami kesulitan dalam menyampaikan materi pembelajaran. Pada prinsipnya, guru harus selalu menyiapkan bahan ajar dalam pelaksanaan proses pembelajaran.
            Pada umumnya, bahan ajar telah tersedia di berbagai toko buku. Bahan ajar yang dikemas dalam bentuk buku teks pelajaran ditulis oleh para pakar dan praktisi dari latar mata pelajaran atau bidang studi. Menulis bahan ajar tidak boleh dilakukan sembarangan, tetapi harus mengikuti kaidah penulisan bahan ajar yang standar. Oleh karena itu, tidak semua guru mengetahui dan memahami bagaimana menulis atau menyusun bahan ajar yang baik.

2.APA ITU BUKU TEKS
            Pengertian buku teks telah banyak dikemukakan para ahli, Tarigan dan Tarigan (1993: 11-13) menyimpulkan;  (a) buku teks itu selalu merupakan  buku pelajaran yang ditujukan  bagi siswa pada jenjang pendidian tertentu; (b) buku teks itu selalu berkaitan dengan  bidang studi tertentu; (c) buku teks itu selalu menampilkan  buku yang standar       (d) buku teks itu biasanya disusun dan ditulis oleh para pakar; (e) buku teks itu ditulis untuk tujuan pembelajaranl tertentu; (f) buku teks biasanya juga dilengkapi  dengan sarana pembelajaran; dan (g) buku teks itu selalu ditulis untuk menunjang sesuatu program pembelajaran.
            Menurut Kamaruddin (1999:1), bahan ajar bukan sekadar alat bagi guru untuk mengajar siswa. Namun, yang lebih penting ialah buku  sebagai sumber yang digunakan siswa agar ia belajar. Bahan ajar pada umumnya dikemas  ke dalam buku ajar atau buku teks. Buku teks hendaknya terpaut dengan  kurikulum yang dioperasikan pada jenis dan jenjang pendidikan tertentu. Buku teks yang digunakan seyogianya mengacu pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

3.  KELAYAKAN BUKU TEKS
            Geene dan Petty (dalam Tarigan dan Tarigan, 1993: 20-21) mengemukakan kriteria buku teks yang layak sehingga berkualitas adalah:
a.       Buku teks itu haruslah menarik minat anak-anak, yaitu para siswa yang menggunakannya.
b.       Buku teks itu haruslah mampu memberi motivasi kepada siswa yang memakainya.
c.       Buku teks itu haruslah memuat ilustrasi menarik hati para siswa yang memanfaatkannya.
d.      Buku teks itu seyogianyalah  mempertimbangkan aspek-aspek kebahasaan  sehingga sesuai dengan kemampuan para siswa yang memakainya.
e.       Buku teks itu isinya haruslah berhubungan erat dengan pelajaran-pelajaran lainnya.
f.       Buku teks itu haruslah dapat merangsang aktivitas pribadi para siswa yang mempergunakannya.
g.      Buku teks itu haruslah menyajikan konsep yang jelas agar tidak membingungkan  para siswa yang memakainya.
h.      Buku teks itu haruslah menjadi sudut pandang yang jelas dan tegas.
i.        Buku teks itu haruslah mampu memberi  pemantapan dan penekanan pada nilai-nilai anak dan orang dewasa.
j.        Buku teks itu haruslah dapat menghargai perbedaan-perbedaan pribadi para siswa  yang memakainya.
            Kriteria  kelayakan buku teks yang bermutu  sebagaimana dikemukakan  Geene dan Petty, paling tidak akan menuntun guru dalam  memilih buku teks yang akan dijadikan sebagai sumber pembelajaran. Dewasa ini, berbagai buku teks telah tersedia di pasaran. Guru tidak lagi  mengalami kesulitan  dalam menyiapkan buku teks sebagai sumber pembelajaran.  Guru tinggal selektif dalam  memilih dan memilah buku teks yang layak untuk digunakan.

4.      INSTRUMEN PENILAIAN BUKU TEKS PELAJARAN
Selain memanfaatkan buku teks pelajaran sebagai sumber pembelajaran, guru  juga dapat menulis buku teks pelajaran. Departemen Pendidikan Nasional melalui  Pusat Perbukuan (Pusbuk) yang bekerjasama dengan  Badan Standar Nasional   Pendidikan (BSNP) telah membuka kesempatan seluas-luasnya  bagi guru di seluruh Indonesia dan di berbagai jenjang pendidikan untuk menulis buku teks pelajaran.  Sebagai informasi, berikut ini dikemukakan secara singkat  instrumen  penilaian buku teks pelajaran, yang meliputi tiga komponen , yaitu,  (1) isi, (2) bahasa, dan (3) kegrafikaan.
a. Isi buku teks, meliputi:
I. Kelayakan isi, subkompenen:
A. Kesesuaian uraian materi dengan standar kompetensi (SK)  dan kompetensi dasar (KD),  meliputi butir: (1) keluasan materi, (2) kedalaman materi, dan                    (3) pemilihan tema.
B. Keakuratan materi, meliputi butir: (1) ketepatan konsep, (2) keotentikan materi, dan (3) ketepatan prosedur.
C. Materi pendukung, meliputi butir: (1) kesesuaian dengan perkembangan ilmu;        (2) kemutakhiran wacana; (3) keingintahuan dan giat untuk belajar;                        (4) keberagaman sosial dan budaya; (5) ketersajian lingkungan; (6) kecakapan hidup; dan (7) kecintaan terhadap bahasa Indonesia
II. Kelayakan penyajian, subkomponen:
A.    Teknik penyajian, meliputi butir: (1) kekonsistenan sistematika,                              (2) kesinambungan antarbab, (3) keruntutan konsep, dan                                         (4) kesesuaian/ketepatan ilustrasi dengan materi dalam bab.
B.     Penyajian pembelajaran, meliputi butir: (1) berpusat pada peserta didik;               (2) ketersuguhan metakognisi peserta didik; (3) ketersuguhan  peserta didik  untuk berpikir  kritis, kreatif, dan inovatif termasuk melalui metode inkuiri/eksperimen; (4) metode pembelajaran tematis; dan (5) variasi pengajaran
C.     Kelengkapan penyajian, meliputi butir: (1) pengantar, (2) pendahuluan, (3) daftar isi, (4) glosarium,  (5) daftar pustaka, (6) daftar indeks subjek dan orang, (7) identitas tabel dan gambar, (8) rangkuman dan refleksi, dan (9) evaluasi.

b. Bahasa buku teks, meliputi:
I. Kelayakan bahasa, subkomponen:
A. Kesesuaian dengan tingkat perkembangan peserta didik, meliputi butir: (1) kesesuaian dengan tingkat perkembangan berpikir peserta didik, dan (2) kesesuaian dengan tingkat perkembangan sosial-emosional peserta didik.
B.  Komunikatif, meliputi butir: (1) keterpahaman pesan, (2) ketepatan tata bahasa dan ejaan, dan (3) kebakuan istilah dan simbol.
C.  Keruntutan dan kesatuan gagasan,meliputi butir: (1) keutuhan makna dalam bab, (2) keutuhan makna dalam subbab, (3) keutuhan makna dalam paragraf. (4) keterpautan antarbab dalam satu buku, (5) keterpautan antara  bab dan subbab, antarsubbab dalam satu bab (6) kebertautan antara paragraf dalam subbab, dan     (7) kebertautan antarkalimat dalam satu paragraf.
II. Kelayakan penyajian, subkomponen:
A.    Teknik penyajian, meliputi butir: (1) kekonsistenan sistematika,                             (2) kesinambungan antarbab, (3) keruntutan konsep, dan  (4) kesesuaian/ketepatan ilustrasi dengan materi dalam bab.
B.     Penyajian pembelajaran, meliputi butir: (1) berpusat pada peserta didik;               (2) ketersuguhan metakognisi peserta didik; (3) ketersuguhan  peserta didik  untuk berpikir  kritis, kreatif, dan inovatif termasuk melalui metode inkuiri/eksperimen; (4) metode pembelajaran tematis; dan        (5) variasi pengajaran
C.     Kelengkapan penyajian, meliputi butir: (1) pengantar, (2) pendahuluan,                   (3) daftar isi, (4) glosarium, (5) daftar pustaka, (6) daftar indeks subjek dan orang, (7) identitas tabel dan gambar, (8) rangkuman dan refleksi, dan (9) evaluasi.
c Komponen kegrafikaan, subkomponen:
A. Ukuran buku
B. Desain Kulit buku, meliputi butir: (1) tata letak, (2) tipografi, dan  (3) ilustrasi
C. Desain isi buku, meliputi butir: (1) tata letak, (2) tipografi, dan (3) ilustrasi

5.  BEBERAPA JENIS BAHAN AJAR
            Bahan ajar adalah sarana untuk mendukung penyampaian materi pembelajaran. Bahan ajar dapat berbagai macam, seperti buku teks pelajaran, modul, diktat, atau karya terjemahan. Penulisan bahan ajar merupakan komponen pengembangan profesionalisme guru sehingga guru diharapkan dapat menghasilkan buku, modul, atau diktat.
a. Buku teks pelajaran
            Buku teks pelajaran adalah sumber rujukan yang digunakan guru dalam mencapai tujuan pembelajaran. Bila merujuk pada KTSP, maka buku teks pelajaran harus mengacu pada Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, dan Indikator yang telah ditetapkan sehingga membantu siswa untuk memahami materi yang disampaikan.
            Secara umum, kerangka isi buku teks pelajaran:
1. Bagian Pendahuluan
    a. Kata Pengantar
    b. Daftar Isi
    c. Penjelasan tujuan buku pelajaran
    d. Petunjuk penggunaan buku
    e. Petunjuk pengerjaan soal latihan
2. Bagian Isi
    a. Judul bab atau topik bahasan
    b. Uraian singkat pokok bahasan
    c. Penjelasan tujuan bab
    d. Uraian isi pembelajaran
    e. Penjelasan teori
    f. Sajian contoh
    g. Ringkasan isi bab
    h. Soal latihan
    i. Kunci jawaban soal latihan
3. Bagian Penunjang
    a. Daftar pustaka
    b. Lampiran-lampiran
b. Diktat
            Diktat adalah catatan tertulis suatu mata pelajaran atau bidang studi yang dipersiapkan oleh guru untuk mempermudah/memperkaya (bahan pengayaan) materi mata pelajaran atau bidang studi yang disampaikan guru dalam proses pembelajaran. Diktat diartikan pula sebagai buku pelajaran yang disusun guru  berupa stensilan (bukan cetakan).
            Secara umum, kerangka isi diktat:
1. Bagian pendahuluan
    a. Daftar isi
    b. Penjelasan tujuan diktat pelajaran
2. Bagian isi
    a. Judul bab atau topik isi bahasan
    b. Penjelasan tujuan bab
    c. Uraian isi pembelajaran
    d. Penjelasan teori
    e. Sajian contoh
    f. Soal latihan
c. Modul
            Modul adalah materi pembelajaran yang disusun dan disajikan secara tertulis dan sedemikian rupa sehingga pembacanya diharapkan dapat menyerap sendiri materi tersebut. Modul juga berarti bahwa kegiatan proses pembelajaran yang dapat dipelajari oleh siswa dengan bantuan yang minimal dari guru pembimbing (biasa juga disebut tutor), meliputi perencanaan tujuan pembelajaran yang akan dicapai secara jelas, penyediaan materi pembelajaran, bahan yang dibutuhkan, dan alat untuk penilai dalam mengukur keberhasilan siswa dalam penyelesaian mata pelajaran.
            Secara umum, kerangka isi modul:
1. Materi modul
    a. Buku petunjuk siswa
    b. Buku isi materi pembelajaran
    c. Buku kerja siswa
    d. Buku penilaian
    e. Buku pegangan tutor
2. Isi modul
    a. Judul
    b. Pengantar
    c. Petunjuk penggunaan modul
    d. Tujuan pembelajaran
    e. Kemampuan prasyarat
    f. Pretes
    g. Isi materi pembelajaran
    h. Kegiatan pembelajaran
    i. Rangkuman
    j. Evaluasi
    k.Tes akhir dan umpan balik
    l. Sumber dan media
   m. Rancangan pembelajaran remedial
    n. Daftar pustaka     

6.  PENUTUP
            Salah satu usaha untuk meningkatkan profesionalisme guru adalah  menulis bahan ajar dan buku teks pelajaran. Buku teks pelajaran adalah sumber pembelajaran yang sangat penting dalam proses pembelajaran.  Guru mesti selektif dalam memilih buku yang layak dan berkualitas.  Untuk memacu kreativitas guru, dimungkinkan pula untuk menulis buku teks pelajaran. Penulisan buku teks pelajaran  harus mengacu pada rambu penilaian  yang telah ditetapkan oleh Pusat Perbukuan (Pusbuk) dan Badan Standar Nasional Pendidikan.

DAFTAR PUSTAKA
Agib, Zainal. 2004. Karya Tulis Ilmiah bagi Pengembangan Profesi Guru. Bandung: CV Yrama Widya.

Departemen Pendidikan Nasional. 2008. Instrumen dan Deskripsi Penilaian Buku Teks Pelajaran bahasa Indonesia SD/MI. Jakarta: Pusat Perbukuan dan Badan Standar Nasional Pendidikan.

Kamaruddin. 1999. “Beberapa Pertimbangan Penilaian Bahan Ajar Bahasa dan Sastra Indonesia”  Makalah disajikan dalam Seminar Nasional  dalam Rangka Dies Natalis XXXVIII IKIP Ujung Pandang, 13-14 juli 1999, di Kampus Gunungsari Baru IKIP Ujung Pandang.

Tarigan, Henry Guntur dan Djago Tarigan. 1993. Telaah Buku Teks Bahasa Indonesia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar