alam penuh kejutan

alam penuh kejutan
malino

Sabtu, 02 Juni 2012

MAKALAH PENELITIAN TINDAKAN KELAS (Penuntun Pelaksanaan secara Teknis dan Praktis)


PENELITIAN TINDAKAN KELAS
(Penuntun Pelaksanaan secara Teknis dan Praktis)

A. PENDAHULUAN
            Salah satu kompetensi profesional yang dituntut dari guru adalah kemampuan melakukan penelitian sederhana dalam rangka meningkatkan kualitas profesional guru, khususnya kualitas pembelajaran (Arikunto, 2007:1-2). Penelitian sederhana itu dinamakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Pentingnya PTK bagi guru, selain untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, juga untuk kepentingan promosi kenaikan pangkat dan jabatan mulai dari golongan IV a ke atas dan terlebih untuk penilaian portofolio dalam rangka sertifikasi.
            Mengapa PTK penting dan strategis bagi guru? Hopkins (dalam Wiriaatmadya, 2007: 11) menyatakan bahwa PTK adalah penelitian yang mengkombinasikan prosedur penelitian dengan tindakan substantif, suatu tindakan yang dilakukan dalam disiplin inkuiri atau suatu usaha seseorang untuk memahami apa yang sedang terjadi, sambil terlihat dalam sebuah proses perbaikan dan perubahan. Pernyataan Hopkins tersebut mengisyaratkan, bahwa guru adalah pihak yang sangat berkepentingan dengan pelaksanaan PTK.
            Selain itu, berbagai pihak sangat berkepentingan dalam PTK. Kemmis dan MC Taggant (dalam Suparno, 2008:6) menjelaskan bahwa PTK sebagai bentuk refleksi diri kolektif yang didahulukan oleh para partisipan dalam situasi sosial dengan tujuan untuk memajukan produktivitas, rasionalitas, keadilan pada persoalan sosial, atau praktik pendidikan. Partisipannya adalah guru, siswa, kepala sekolah, orang tua, dan anggota masyarakat. Dalam dunia pendidikan, PTK digunakan dalam pengembangan kurikulum, profesi, program sekolah, perencanaan, dan kebijakan sekolah.

B. PENYUSUNAN USULAN PROPOSAL PTK
1. Perencanaan judul, latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan, dan manfaat penelitian.
        a. Merumuskan judul PTK
                Dalam merumuskan judul PTK, harus tergambar:
·         Tujuan yang akan dicapai
·         Cara menyelasaikan masalah (alternatif pemecahan)
·         Subjek dan lokasi penilitian
·         Singkat dan jelas
Sebagai contoh, berikut ini dikemukakan sebuah judul PTK.
Pemanfaatan Strategi Kooperatif STAD dalam Meningkatkan Gairah Belajar Bahasa Belajar Siswa Kelas X SMA Negeri 17 Makassar
    Judul PTK tersebut, menggambarkan:
·         Tujuan yang akan dicapai adalah meningkatkan gairah belajar bahasa Indonesia
·         Cara menyelesaikan masalah adalah pemanfaatan strategi kooperatif STAD
·         Subjek dan lokasi penelitian adalah siswa kelas X SMA Negeri 17 Makassar
Beberapa contoh judul PTK berikut ini:
·         Peningkatan Kreativitas Siswa dalam Proses Pembelajaran Mata Pelajaran X melalui Penerapan Model Pembelajaran Generatif
·         Pembelajaran Berbasis Konstruktivistik dan Kontekstual pada Mata Pelajaran X untuk Meningkatkan Kemampuan Siswa dalam Memecahkan Masalah pada Mata Pelajaran X dengan Penggunaan Model Pembelajaran Inkuiri
b. Mendeskripsikan latar belakang masalah dan rumusan masalah
Pada dasarnya, latar belakang adalah berisi paparan tentang alasan ilmiah apa dan mengapa PTK itu dilaksanakan? Untuk dapat mendeskripsikan latar belakang masalah dan rumusan masalah dengan baik, maka harus mencerminkan kriteria  berikut:
·         Mendeskripsikan kondisi nyata yang dihadapi guru dalam pembelajaran dengan dasar pertimbangan: (1) keluhan guru mengenai masalah tersebut, (2) ada identifikasi masalah, (3) ada analisis masalah, (4) ada refleksi awal, dan (5) ada rumusan masalah.
·         Ada dukungan penelitian tindakan, pengamatan peneliti/guru sendiri, dan dukungan kajian pustaka.
c. Merumuskan tujuan PTK
 Untuk merumuskan tujuan PTK, hendaknya penelitian memperhatikan:
·         Konsistensi dengan rumusan masalah jika rumusan masalah dua, maka tujuannya pun harus dua.
·         Sebaiknya dideskrispisikan dengan menggunakan kalimat deklaratif (pernyataan).
·         Ada sasaran antara bagian awal dan akhir.
d. Merumuskan Manfaat PTK
Perumusan manfaat PTK didasarkan pada tujuan utama pelaksanaan PTK, yakni melakukan pembaharuan dan perbaikan dalam pembelajaran. Oleh karena itu, dalam mengungkapkan manfaat PTK senantiasa berorientasi pada: bermanfaat bagi guru, bermanfaat bagi sekolah, dan bermanfaat bagi siswa.
2.  Penelaahan teori yang relevan
Meski PTK lebih berorientasi pada praktik, landasan teori tetap dibutuhkan. Akan tetapi, landasan atau kajian teori dalam PTK tidak perlu mendalam dan kompleks (Suparno, 2008: 38). Teori yang menjadi landasan PTK adalah teori yang relevan, terkait, dan signifikan dengan judul PTK. Berbagai sumber teori, seperti jurnal penelitian/ilmiah, internet, buku, majalah, dan surat kabar, dan masih banyak lagi lainnya. Sebaiknya, sumber literatur tidak terlalu usang. Dalam arti bahwa tahun penerbitan atau publikasi literatur paling lama lima tahun dan lebih baik lagi kalau ,masih baru.
3.   Penyusunan Siklus PTK
            Alur penyusunan siklus PTK dilaksanakan dengan tahapan berikut:
  1. Peneliti mengidentifikasi masalah konkret dan aktual dalam proses pembelajaran. Masalah konkret dan aktual diperoleh dengan melakukan studi pendahuluan berupa observasi dan wawancara.
  2. Peneliti bersama-sama dengan guru menentukan satu masalah yang perlu segera mendapatkan penanganan.
  3. Setelah menentukan permasalahan yang perlu segera mendapatkan penanganan, maka peneliti dan guru menetukan jumlah tindakan (siklus) yang akan dilaksanakan.
  4. Peneliti dan guru bersama-sama merumusakan perencanaan tindakan satu (tampakkan dalam RPP)
  5. Peneliti bersama dengan guru melaksanakan tindakan satu (sebaiknya peneliti menjadi model dan guru mengamati secara serius cara peneliti menerapkan cara pemecahan masalah).
  6. Peneliti dan guru melakukan pengamatan terhadap pelaksanaan tindakan satu, mengevaluasi, dan melakukan refleksi.
  7. Dalam kegiatan observasi, evaluasi, dan refleksi tersebiut akan ditemukan sejumlah informasi tentang efektif tiudaknya tindakan yang telah diberikan.
  8. Peneliti dan guru merancang tindakan dua yang diharapkan lebih baik daripada tindakan satu.
  9. Peneliti dan guru merencanakan dan sekaligus melaksanakan tindakan dua (tampilkan dalam RPP).
  10. Peneliti dan guru melakukan pengamatan, evaluasi, dan refleksi terhadap tindakan dua.
  11. Dari hasil pengamatan, evaluasi, dan refleksi diperoleh informasi tentang pembaharuan perbaikan pembelajaran yang telah dilaksanakan.
  12. Selanjutnya, peneliti dan guru merencanakan dan sekaligus melaksanakan tindakan tiga.
  13. Peneliti dan guru melakukan pemantauan, evaluasi, dan refleksi terhadap tindakan tiga.
  14. Kegiatan berakhir setelah ditemukan model pembelajaran yang efektif sesuai dengan yang ditargetkan.
4.  Penyusunan Instrumen PTK (Perangkat Pembelajaran)
Instrumen dalam PTK berarti: (1) alat evaluasi yang digunakan untuk mengukur perubahan yang terjadi setelah pelaksanaan tindakan. Dalam hal ini, peneliti dapat menggunakan tes dan nontes, (2) alternatif pemecahan yang ditawarkan untuk mengatasi masalah pembelajaran. Alternatif pemecahan tersebut dimunculkan pada rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) terutama pada bagian kegiatan pembelajaran.
5.  Format Usulan Proposal PTK
            Untuk membuat atau menyusun usulan proposal PTK, maka peneliti PTK hendaknya mengikuti format berikut:
  1. Judul
  2. Latar Belakang Masalah
  3. Perumusan Masalah
  4. Tujuan Penelitian
  5. Manfaat Penelitian
  6. Kajian Pustaka
  7. Metode Penelitian
1.    Setting Penelitian
2.    Rencana Tindakan
a.    Persiapan
b.    Pelaksanaan Tindakan
c.    Evaluasi dan Refleksi
3.    Siklus Penelitian
4.    Teknik Pengumpulan Data
5.    Teknik Pengelolahan Data
6.    Instrumen Penelitian
  1. Jadwal Penelitian
  2. Rencana Biaya Penelitian
  3. Daftar Pustaka
  4. Personali Penelitian
  5. Lampiran

C. PENULISAN LAPORAN HASIL PTK
            Secara garis besar, laporan hasil PTK dibagi dalam tiga bagian, yaitu bagian pembukaan, bagian isi, dan bagian penunjang (Supardi, 2007: 140-147). Berikut dikemukana secara singkat.
1.    Bagian Pembukaan
·         Halaman judul
·         Halaman pengesahan
·         Abstrak (jika diperlukan)
·         Kata pengantar
·         Daftar isi
·         Daftar lampiran
·         Daftar tabel (kalau ada)
2.    Bagian Isi
Pada bagian isi, laporan hasil PTK memuat lima bab penting yang perlu diperhatikan. Bab dalam bagian isi adalah:
BAB I PENDAHULUAN
a.    Latar belakang masalah, mendeskripsikan data faktual awal yang menunjukkan terjadinya masalah, tempat/setting, pentingnya masalah dipecahkan dengan cara atau metode yang diperlukan.
b.    Perumusan masalah berupa pernyataan tentang masalah sehingga harus dirumuskan dalam kalimat pernyataan yang mengandung unsur-unsur kata tanya seperti bagaimana, apa, dimana, siapa, dsb.
c.    Tujuan penelitian, dapat berupa tujuan umum dan tujuan khusus.
d.    Manfaat penelitian, dapat dicantumkan manfaat teoretis dan praktis. Manfaat teoretis yang ditujukan untuk keperluan dan kegunaan pengembangan ilmu. Manfaat praktis ditujukan untuk keperluan pihak yang berkepentingan, seperti bagi siswa, guru, dan bagi  pihak lain yang terkait dan berkompoten.
BAB II KAJIAN PUSTAKA
Dalam PTK, kajian pustaka hanya dimaksudkan untuk memberi petunjuk bahwa suatu tindakan itu dibenarkan secara teoretis. Kedudukan teori dalam PTK adalah:
a.    Teori memberi arah atau petunjuk tentang variabel permasalahan  yang dipecahkan dan variabel tindakan yang digunakan untuk mengatasinya.
b.    Peneliti memberi alasan teoretis bahwa tindakan yang diambil didukung oleh referensi yang ada.
c.    Tindakan tertentu dimungkinkan dapat meningkatkan mutu proses pembelajaran, tetapi tidak untuk membuktikan teori.
d.    Hipotesis tindakan (jika diperlukan).
BAB III METODE PENELITIAN
Pada bab metode penelitian, unsur-unsur yang dikemukakan:
a.    Subjek penelitian
b.    Setting/tempat/latar penelitian
c.    Perencanaan tindakan, meliputi persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi serta refleksi.
d.    Siklus penelitian
e.    Teknik pengumpulan data
f.     Teknik pengelohan (analisis) data
g.    Instrumen penelitian
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
            Pada bab hasil penelitian dan pembahasan, aspek atau bagian yang dikemukakan:
a.    Deskripsi setting penelitian
Gambaran kondisi atau keadaan lapangan pada saat tindakan dilakukan baik secara kualitatif maupun kuantitatif.
b.    Hasil penelitian
Sajikan data lengkap dari setiap siklus sehingga diperoleh gambaran mengenai perubahan/perbukuan dari hasil kegiatan observasi. Data dapat pula dibuat dalam betuk grafik atau tabel.
c.    Pembahasan
Rangkuman hasil penelitian dari seluruh siklus dan membahas setiap aspek apakah terjadi perubahan atau peningkatan yang disertai alasan yang rasional dan logis.
BAB V SIMPULAN DAN SARAN
Pada bab simpulan dan saran hanya dikemukakan:
a.    Simpulan
Kemukakan simpulan yang diperoleh dari hasil analisis pada bab empat. Simpulan harus mengacu pada perumusan masalah dan tujuan penelitian.
b.    Saran
      Saran terkait dengan: (a) saran untuk penelitian lanjutan, dan (b) saran untuk persiapan hasil PTK.
3.    Bagian Penunjang
DAFTAR PUSTAKA
Gunakan cara penulisan daftar pustaka yang berlaku. Salah satu system penulisan daftar pustaka yang diacu adalah system APA (American Psikological Assosiation).
Contoh:
Sagor, R. 1994. How to Conduc Collaborative Action Research. Alexsandria USA: ASPN.

Gross, Ronald dan Bertice. 1985. The Great Scool Debete. New York, N.Y: A. Touchstone Book.

Kartodirjo, Sartono. 1990. Kebudayaan Pembangunan  dalam Perspektif Sejarah. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

LAMPIRAN-LAMPIRAN
Beberapa lampiran yang perlu dan penting dicantumkan dalam laporan hasil PTK adalah:
·         Instrumen Penelitian
·         Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP)
·         Foto/Gambar pada saat pelaksanaan PTK
·         Biodata peneliti
·         Dan lain-lain
4.    Format Penyusunan Laporan Hasil PTK
Untuk memudahkan penyusunan laporan PTK, maka peneliti hendaknya memperhatikan format penyusunan laporan berikut ini:
Halaman sampul
Halaman pengesahan
Abstrak
Kata Pengantar
Daftar Isi
Bab I Pendahuluan
a.    Latar Belakang Masalah
b.    Perumusan Masalah
c.    Tujuan Penelitian
d.    Manfaat Penelitian
Bab II Kajian Pustaka
Bab III Metode Penelitian
a.    Setting Penelitian
b.    Subjek Penelitian
c.    Rencana Tindakan
1.    Persiapan
2.    Pelaksanaan
3.    Evaluasi dan refleksi
d.    Silabus Penelitian
e.    Teknik Pengumpulan Data
f.     Teknik Pengelolaan (Analisis) Data
g.    Instrumen Penelitian
Bab IV Hasil Penelitian dan Pembahasan
a.    Deskripsi Setting Penelitian
b.    Hasil Penelitian
c.    Pembahasan
Bab V Simpulan dan Saran
a.    Simpulan
b.    Saran
Daftar Pustaka
Lampiran

D. PENUTUP
            Pada dasarnya, PTK adalah suatu kegiatan penelitian yang bertujuan untuk membenahi dan mengatasi berbagai masalah dalam proses pembelajaran. Mengatasi masalah pembelajaran memang dapat ditinjau dari berbagai segi, seperti dari aspek siswa, strategi pembelajaran, model pembelajaran, guru, dan sebagainya. Dengan membenahi proses pembelajaran, diharapkan kualitas pembelajaran dapat ditingkatkan.
            Masalah yang dihadapi guru dewasa ini adalah kekurangtahuan dan kekurangpahaman mengenai subtansi PTK. Dengan aktif mengikuti kegiatan pelatihan PTK, maka diharapkan guru dapat menambah wawasan dan pengetahuan mengenai PTK sehingga guru termotivasi untuk melakukan PTK. Kegiatan PTK yang ideal adalah PTK yang dilaksanakan secara kolaboratif, yaitu antara guru selaku praktisi di lapangan dan dosen selaku teoretis atau pakar.  Dengan demikian, pemecahan masalah pembelajaran dapat ditangani secara komprehensif. Masalah lain adalah keterbatasan dana. Banyak guru tidak mampu melaksanakan PTK karena terkendala oleh ketersediaan dana atau biaya penelitian. Berbeda halnya di perguruan tinggi, dosen dapat melaksanakan PTK dengan dukungan dana dari Departemen Pendidikan Nasional.

DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. 2007. “Penelitian Tindakan Kelas (Clasroom Action Research)” dalam Penelitian Tindakan Kelas, halaman 1-40. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Rofiuddin, Ahmad. 2007. “Penelitian Tindakan Kelas: Konsep Dasar dan Aplikasinya” Makalah yang Disajikan dalam Pelatihan Nasional Penelitian Tindakan Kelas, Makassar 10 dan 24 November 2007.
Supardi. 2007. “Penelitian Tindakan Kelas (Clasroom Action Research) Beserta Sistemtika Proposal dan Laporannya.” Dalam Penelitian Tindakan Kelas, halaman 99-151. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Suparno, Paul. 2008. Riset Tindakan untuk Pendidikan. Jakarta: PT Gramedia Widia Sarana Indonesia.
Tim Pengembang Universitas Negeri Makassar. 2006. Modul Pelatihan Penelitian Tindakan Kelas untuk Sekolah Unggulan di Sulawesi Selatan.Makassar: UNM.
Wiriatmadya, Rochmiati. 2007. Metode Penelitian Tindakan Kelas untuk Meningkatkan Kinerja Guru dan Dosen. Bandung: Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia bekerjasama PT Remaja Rosdakarya..




    

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar