alam penuh kejutan

alam penuh kejutan
malino

Minggu, 03 Juni 2012

alat keseimbangan

Telinga mempunyai reseptor khusus untuk mengenali getaran bunyi dan untuk keseimbangan. Ada tiga bagian utama dari telinga manusia, yaitu bagian telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam.
Telinga luar berfungsi menangkap getaran bunyi, dan telinga tengah meneruskan getaran dari telinga luar ke telinga dalam. Reseptor yang ada pada telinga dalam akan menerima rarigsang bunyi dan mengirimkannya berupa impuls ke otak untuk diolah.
1. Susunan Telinga
Telinga tersusun atas tiga bagian yaitu telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam.
Gbr. Struktur telinga pada manusia
a. Telinga luar
Telinga luar terdiri dari daun telinga, saluran luar, dan membran timpani (gendang telinga). Daun telinga manusia mempunyai bentuk yang khas, tetapi bentuk ini kurang mendukung fungsinya sebagai penangkap dan pengumpul getaran suara. Bentuk daun telinga yang sangat sesuai dengan fungsinya adalah daun telinga pada anjing dan kucing, yaitu tegak dan membentuk saluran menuju gendang telinga. Saluran luar yang dekat dengan lubang telinga dilengkapi dengan rambut-rambut halus yang menjaga agar benda asing tidak masuk, dan kelenjar lilin yang menjaga agar permukaan saluran luar dan gendang telinga tidak kering.
b. Telinga tengah
Bagian ini merupakan rongga yang berisi udara untuk menjaga tekanan udara agar seimbang. Di dalamnya terdapat saluran Eustachio yang menghubungkan telinga tengah dengan faring. Rongga telinga tengah berhubungan dengan telinga luar melalui membran timpani. Hubungan telinga tengah dengan bagian telinga dalam melalui jendela oval dan jendela bundar yang keduanya dilapisi dengan membran yang transparan.
Selain itu terdapat pula tiga tulang pendengaran yang tersusun seperti rantai yang menghubungkan gendang telinga dengan jendela oval. Ketiga tulang tersebut adalah tulang martil (maleus) menempel pada gendang telinga dan tulang landasan (inkus). Kedua tulang ini terikat erat oleh ligamentum sehingga mereka bergerak sebagai satu tulang. Tulang yang ketiga adalah tulang sanggurdi (stapes) yang berhubungan dengan jendela oval. Antara tulang landasan dan tulang sanggurdi terdapat sendi yang memungkinkan gerakan bebas.
Fungsi rangkaian tulang dengar adalah untuk mengirimkan getaran suara dari gendang telinga (membran timpani) menyeberangi rongga telinga tengah ke jendela oval.
c. Telinga dalam
Bagian ini mempunyai susunan yang rumit, terdiri dari labirin tulang dan labirin membran.
Ada 5 bagian utama dari labirin membran, yaitu sebagai berikut.

  1. Tiga saluran setengah lingkaran
  2. Ampula
  3. Utrikulus
  4. Sakulus
  5. Koklea atau rumah siput
Sakulus berhubungan dengan utrikulus melalui saluran sempit. Tiga saluran setengah lingkaran, ampula, utrikulus dan sakulus merupakan organ keseimbangan, dan keempatnya terdapat di dalam rongga vestibulum dari labirin tulang.
Koklea mengandung organ Korti untuk pendengaran. Koklea terdiri dari tiga saluran yang sejajar, yaitu: saluran vestibulum yang berhubungan dengan jendela oval, saluran tengah dan saluran timpani yang berhubungan dengan jendela bundar, dan saluran (kanal) yang dipisahkan satu dengan lainnya oleh membran. Di antara saluran vestibulum dengan saluran tengah terdapat membran Reissner, sedangkan di antara saluran tengah dengan saluran timpani terdapat membran basiler. Dalam saluran tengah terdapat suatu tonjolan yang dikenal sebagai membran tektorial yang paralel dengan membran basiler dan ada di sepanjang koklea. Sel sensori untuk mendengar tersebar di permukaan membran basiler dan ujungnya berhadapan dengan membran tektorial. Dasar dari sel pendengar terletak pada membran basiler dan berhubungan dengan serabut saraf yang bergabung membentuk saraf pendengar. Bagian yang peka terhadap rangsang bunyi ini disebut organ Korti.
Cara kerja indra pendengaran
Gelombang bunyi yang masuk ke dalam telinga luar menggetarkan gendang telinga. Getaran ini akan diteruskan oleh ketiga tulang dengar ke jendela oval. Getaran Struktur koklea pada jendela oval diteruskan ke cairan limfa yang ada di dalam saluran vestibulum. Getaran cairan tadi akan menggerakkan membran Reissmer dan menggetarkan cairan
limfa dalam saluran tengah. Perpindahan getaran cairan limfa di dalam saluran tengah menggerakkan membran basher yang dengan sendirinya akan menggetarkan cairan dalam saluran timpani. Perpindahan ini menyebabkan melebarnya membran pada jendela bundar. Getaran dengan frekuensi tertentu akan menggetarkan selaput-selaput
basiler, yang akan menggerakkan sel-sel rambut ke atas dan ke bawah. Ketika rambut-rambut sel menyentuh membran tektorial, terjadilah rangsangan (impuls). Getaran membran tektorial dan membran basiler akan menekan sel sensori pada organ Korti dan kemudian menghasilkan impuls yang akan dikirim ke pusat pendengar di dalam otak melalui saraf pendengaran.
2. Susunan dan Cara Kerja Alat Keseimbangan
Bagian dari alat vestibulum atau alat keseimbangan berupa tiga saluran setengah lingkaran yang dilengkapi dengan organ ampula (kristal) dan organ keseimbangan yang ada di dalam utrikulus clan sakulus.
Ujung dari setup saluran setengah lingkaran membesar dan disebut ampula yang berisi reseptor, sedangkan pangkalnya berhubungan dengan utrikulus yang menuju ke sakulus. Utrikulus maupun sakulus berisi reseptor keseimbangan. Alat keseimbangan yang ada di dalam ampula terdiri dari kelompok sel saraf sensori yang mempunyai rambut dalam tudung gelatin yang berbentuk kubah. Alat ini disebut kupula. Saluran semisirkular (saluran setengah lingkaran) peka terhadap gerakan kepala.
Alat keseimbangan di dalam utrikulus dan sakulus terdiri dari sekelompok sel saraf yang ujungnya berupa rambut bebas yang melekat pada otolith, yaitu butiran natrium karbonat. Posisi kepala mengakibatkan desakan otolith pada rambut yang menimbulkan impuls yang akan dikirim ke otak.
Gbr. Alat-alat keseimbangan pada telinga

Sabtu, 02 Juni 2012

Pencernaan Manusia


Sistem pencernaan makanan pada manusia terdiri dari beberapa organ, berturut-turut dimulai dari
1. Rongga Mulut,
2. Esofagus
3. Lambung
4. Usus Halus
5. Usus Besar
6. Rektum
7. Anus.

Rongga Mulut
rongga-mulut
rongga-mulut
Mulut merupakan saluran pertama yang dilalui makanan. Pada rongga mulut, dilengkapi alat pencernaan dan kelenjar pencernaan untuk membantu pencernaan makanan. Pada Mulut terdapat :
a.Gigi
Memiliki fungsi memotong, mengoyak dan menggiling makanan menjadi partikel yang kecil-kecil. Perhatikan gambar disamping.
b..Lidah
Memiliki peran mengatur letak makanan di dalam mulut serta mengecap rasa makanan.
c..Kelenjar Ludah
Ada 3 kelenjar ludah pada rongga mulut. Ketiga kelenjar ludah tersebut menghasilkan ludah setiap harinya sekitar 1 sampai 2,5 liter ludah. Kandungan ludah pada manusia adalah : air, mucus, enzim amilase, zat antibakteri, dll. Fungsi ludah adalah melumasi rongga mulut serta mencerna karbohidrat menjadi disakarida.
Esofagus (Kerongkongan)
Merupakan saluran yang menghubungkan antara rongga mulut dengan lambung. Pada ujung saluran esophagus setelah mulut terdapat daerah yang disebut faring. Pada faring terdapat klep, yaitu epiglotis yang mengatur makanan agar tidak masuk ke trakea (tenggorokan). Fungsi esophagus adalah menyalurkan makanan ke lambung. Agar makanan dapat berjalan sepanjang esophagus, terdapat gerakan peristaltik sehingga makanan dapat berjalan menuju lambung
Lambung
lambung
lambung
Lambung adalah kelanjutan dari esophagus, berbentuk seperti kantung. Lambung dapat menampung makanan 1 liter hingga mencapai 2 liter. Dinding lambung disusun oleh otot-otot polos yang berfungsi menggerus makanan secara mekanik melalui kontraksi otot-otot tersebut. Ada 3 jenis otot polos yang menyusun lambung, yaitu otot memanjang, otot melingkar, dan otot menyerong.
Selain pencernaan mekanik, pada lambung terjadi pencernaan kimiawi dengan bantuan senyawa kimia yang dihasilkan lambung. Senyawa kimiawi yang dihasilkan lambung adalah :
  • Asam HCl ,Mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin. Sebagai disinfektan, serta merangsang pengeluaran hormon sekretin dan kolesistokinin pada usus halus
  • Lipase , Memecah lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Namun lipase yang dihasilkan sangat sedikit
  • Renin , Mengendapkan protein pada susu (kasein) dari air susu (ASI). Hanya dimiliki oleh bayi.
  • Mukus , Melindungi dinding lambung dari kerusakan akibat asam HCl.
Hasil penggerusan makanan di lambung secara mekanik dan kimiawi akan menjadikan makanan menjadi bubur yang disebut bubur kim.
Fungsi HCI Lambung :
1. Merangsang keluamya sekretin
2. Mengaktifkan Pepsinogen menjadi Pepsin untuk memecah protein.
3. Desinfektan
4. Merangsang keluarnya hormon Kolesistokinin yang berfungsi merangsang empdu mengeluarkan getahnya.
Usus Halus
usus-halus
usus-halus
Usus halus merupakan kelanjutan dari lambung. Usus halus memiliki panjang sekitar 6-8 meter. Usus halus terbagi menjadi 3 bagian yaitu duodenum (± 25 cm), jejunum (± 2,5 m), serta ileum (± 3,6 m). Pada usus halus hanya terjadi pencernaan secara kimiawi saja, dengan bantuan senyawa kimia yang dihasilkan oleh usus halus serta senyawa kimia dari kelenjar pankreas yang dilepaskan ke usus halus.
Senyawa yang dihasilkan oleh usus halus adalah :
  • Disakaridase Menguraikan disakarida menjadi monosakarida
  • Erepsinogen Erepsin yang belum aktif yang akan diubah menjadi erepsin. Erepsin mengubah pepton menjadi asam amino.
  • Hormon Sekretin Merangsang kelenjar pancreas mengeluarkan senyawa kimia yang dihasilkan ke usus halus
  • Hormon CCK (Kolesistokinin) Merangsang hati untuk mengeluarkan cairan empedu ke dalam usus halus.
Selain itu, senyawa kimia yang dihasilkan kelenjar pankreas adalah :
  • Bikarbonat Menetralkan suasana asam dari makanan yang berasal dari lambung
  • Enterokinase Mengaktifkan erepsinogen menjadi erepsin serta mengaktifkan tripsinogen menjadi tripsin. Tripsin mengubah pepton menjadi asam amino.
  • Amilase Mengubah amilum menjadi disakarida
  • Lipase Mencerna lemak menjadi asam lemak dan gliserol
  • Tripsinogen Tripsin yang belum aktif.
  • Kimotripsin Mengubah peptone menjadi asam amino
  • Nuklease Menguraikan nukleotida menjadi nukleosida dan gugus pospat
  • Hormon Insulin Menurunkan kadar gula dalam darah sampai menjadi kadar normal
  • Hormon Glukagon Menaikkan kadar gula darah sampai menjadi kadar normal
PROSES PENCERNAAN MAKANAN
Pencernaan makanan secara kimiawi pada usus halus terjadi pada suasana basa. Prosesnya sebagai berikut :
a. Makanan yang berasal dari lambung dan bersuasana asam akan dinetralkan oleh bikarbonat dari pancreas.
b. Makanan yang kini berada di usus halus kemudian dicerna sesuai kandungan zatnya. Makanan dari kelompok karbohidrat akan dicerna oleh amylase pancreas menjadi disakarida. Disakarida kemudian diuraikan oleh disakaridase menjadi monosakarida, yaitu glukosa. Glukaosa hasil pencernaan kemudian diserap usus halus, dan diedarkan ke seluruh tubuh oleh peredaran darah.
c. Makanan dari kelompok protein setelah dilambung dicerna menjadi pepton, maka pepton akan diuraikan oleh enzim tripsin, kimotripsin, dan erepsin menjadi asam amino. Asam amino kemudian diserap usus dan diedarkan ke seluruh tubuh oleh peredaran darah.
d. Makanan dari kelompok lemak, pertama-tama akan dilarutkan (diemulsifikasi) oleh cairan empedu yang dihasilkan hati menjadi butiran-butiran lemak (droplet lemak). Droplet lemak kemudian diuraikan oleh enzim lipase menjadi asam lemak dan gliserol. Asam lemak dan gliserol kemudian diserap usus dan diedarkan menuju jantung oleh pembuluh limfe.
Usus Besar (Kolon)
usus-besar
usus-besar
Merupakan usus yang memiliki diameter lebih besar dari usus halus. Memiliki panjang 1,5 meter, dan berbentuk seperti huruf U terbalik. Usus besar dibagi menjadi 3 daerah, yaitu : Kolon asenden, Kolon Transversum, dan Kolon desenden. Fungsi kolon adalah :
a. Menyerap air selama proses pencernaan.
b. Tempat dihasilkannya vitamin K, dan vitamin H (Biotin) sebagai hasil simbiosis dengan bakteri usus, misalnya E.coli.
c. Membentuk massa feses
d. Mendorong sisa makanan hasil pencernaan (feses) keluar dari tubuh. Pengeluaran feses dari tubuh ddefekasi.
Rektum dan Anus
Merupakan lubang tempat pembuangan feses dari tubuh. Sebelum dibuang lewat anus, feses ditampung terlebih dahulu pada bagian rectum. Apabila feses sudah siap dibuang maka otot spinkter rectum mengatur pembukaan dan penutupan anus. Otot spinkter yang menyusun rektum ada 2, yaitu otot polos dan otot lurik.
Gangguan Sistem Pencernaan
• Apendikitis-Radang usus buntu.
• Diare- Feses yang sangat cair akibat peristaltik yang terlalu cepat.
• Kontipasi -Kesukaran dalam proses Defekasi (buang air besar)
• Maldigesti-Terlalu banyak makan atau makan suatu zat yang merangsang lambung.
• Parotitis-Infeksi pada kelenjar parotis disebut juga Gondong
• Tukak Lambung/Maag-”Radang” pada dinding lambung, umumnya diakibatkan infeksi Helicobacter pylori
• Xerostomia-Produksi air liur yang sangat sedikit
Gangguan pada sistem pencernaan makanan dapat disebabkan oleh pola makan yang salah, infeksi bakteri, dan kelainan alat pencernaan. Di antara gangguan-gangguan ini adalah diare, sembelit, tukak lambung, peritonitis, kolik, sampai pada infeksi usus buntu (apendisitis).
Diare
Apabila kim dari perut mengalir ke usus terlalu cepat maka defekasi menjadi lebih sering dengan feses yang mengandung banyak air. Keadaan seperti ini disebut diare. Penyebab diare antara lain ansietas (stres), makanan tertentu, atau organisme perusak yang melukai dinding usus. Diare dalam waktu lama menyebabkan hilangnya air dan garam-garam mineral, sehingga terjadi dehidrasi.
Konstipasi (Sembelit)
Sembelit terjadi jika kim masuk ke usus dengan sangat lambat. Akibatnya, air terlalu banyak diserap usus, maka feses menjadi keras dan kering. Sembelit ini disebabkan karena kurang mengkonsumsi makanan yang berupa tumbuhan berserat dan banyak mengkonsumsi daging.
Tukak Lambung (Ulkus)
Dinding lambung diselubungi mukus yang di dalamnya juga terkandung enzim. Jika pertahanan mukus rusak, enzim pencernaan akan memakan bagian-bagian kecil dari lapisan permukaan lambung. Hasil dari kegiatan ini adalah terjadinya tukak lambung. Tukak lambung menyebabkan berlubangnya dinding lambung sehingga isi lambung jatuh di rongga perut. Sebagian besar tukak lambung ini disebabkan oleh infeksi bakteri jenis tertentu.
Beberapa gangguan lain pada sistem pencernaan antara lain sebagai berikut: Peritonitis; merupakan peradangan pada selaput perut (peritonium).
Gangguan lain adalah salah cerna akibat makan makanan yang merangsang lambung, seperti alkohol dan cabe yang mengakibatkan rasa nyeri yang disebut kolik. Sedangkan produksi HCl yang berlebihan dapat menyebabkan terjadinya gesekan pada dinding lambung dan usus halus, sehingga timbul rasa nyeri yang disebut tukak lambung. Gesekan akan lebih parah kalau lambung dalam keadaan kosong akibat makan tidak teratur yang pada akhirnya akan mengakibatkan pendarahan pada lambung.
Gangguan lain pada lambung adalah gastritis atau peradangan pada lambung. Dapat pula apendiks terinfeksi sehingga terjadi peradangan yang disebut 

MAKALAH LKS


BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
            Pendidikan pada dasarnya tidak dapat dipisahkan dari kehidupan dan menjadi sangat penting baik  kehidupan  individu, keluarga maupun masyarakat. Penyelenggaraan pendidikan merupakan upaya untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia, membebaskan manusia dari kebodohan, kemiskinan dan kemelaratan. Dengan adanya pendidikan, manusia dapat meningkatkan kualitas dirinya guna mencapai tujuan yang ingin dicapai dalam hidupnya. Kualitas hidup suatu bangsa tidak hanya dinilai dari perkembangan fisik saja, tetapi yang lebih utama adalah kualitas manusia pada intelektual, emosional dan spiritual. Kualitas hidup seseorang dapat tercermin dari sosok dirinya sebagai pribadi yang bertanggung jawab baik terhadap dirinya, keluarga maupun terhadap masyarakat.
            Oleh karena itu sistem pendidikan perlu disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan di segala bidang. Pendidikan harus diarahkan pada peningkatan produktivitas, kualifikasi, mutu, dan efisiensi kerja. Pelaksanaan kurikulum harus didukung oleh strategi dan kegiatan belajar mengajar yang sesuai. Setiap kurikulum memberikan penekanan – penekanan pada proses belajar mengajar agar siswa memiliki kemampuan yang tinggi terhadap tujuan yang telah dirumuskan sebelumnya. Agar proses belajar mengajar berjalan secara efektif dan efisien, maka tenaga pengajar diharapkan selektif dalam mencari, memilih, menggunakan dan mengembangkan strategi pengajaran sesuai dengan mata pelajaran dan pokok bahasan yang diajarkan. Penggunaan strategi belajar mengajar yang memadai dimaksudkan untuk mencapai tujuan pengajaran seoptimal mungkin. Dalam hal ini siswa diharapkan lebih banyak berperan aktif sehingga ia mampu mengembangkan kepribadian secara utuh dan menyeluruh.
            Namun dalam kenyataannya, cukup banyak masalah yang dihadapi guru dalam mengajar, khususnya bagaimana memotivasi siswa dalam belajar untuk memahami pelajaran. Oleh karena itu dilakukan berbagai alternatif upaya diantaranya memanfaatkan media pendidikan yang memungkinkan siswa dapat belajar dengan baik seperti penggunaan Lembar Kegiatan Siswa (LKS). Banyak faktor yang menentukan keberhasilan proses belajar mengajar. Diantara faktor tersebut yang paling berpengaruh adalah guru, siswa dan media pengajaran.
Penerapan suatu media pengajaran harus ditinjau dari segi keefektifan, keefisienan, karakteristik materi pelajaran dan keadaan siswa. Lembar Kegiatan Siswa (LKS) merupakan alat yang bermanfaat bagi guru terutama untuk memudahkan pemberian tugas, baik yang berupa kegiatan maupun evaluasi, sedangkan bagi siswa bermanfaat terutama sebagai pemandu dalam kegiatan belajar mengajar. Melalui LKS aktivitas dan kreatifitas siswa dalam belajar mengajar dapat ditingkatkan, penyampaian materi pelajaran dapat dipermudah dengan menggunakan LKS.
Sebagai rujukan dalam penelitian ini penulis membaca beberapa penelitian yang relevan dengan kajian penelitian ini. Diantaranya Indawati (1999) yang menyimpulkan bahwa prestasi siswa kelas II SMU Angkasa Maros yang menggunakan LKS cenderung meningkatkan hasil belajar siswa.
Bertitik tolak dari uraian di atas, maka penulis akan meneliti dengan judul penelitian : “Kontribusi Penggunaan LKS dalam Pengajaran Bahasa Innggris pada Siswa Kelas I SMU Negeri 1 Bangkala Kabupaten Jeneponto”.
B. Rumusan Masalah
            Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka rumusan masalah yang akan diteliti adalah Bagaimana kontribusi LKS dalam pengajaran Bahasa Inggris pada Siswa Kelas I SMU Negeri 1 Bangkala Kabupaten Jeneponto.
C. Tujuan Penelitian
            Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan data tentang kontribusi penggunaan LKS dalam pengajaran Bahasa Innggris pada Siswa Kelas I SMU Negeri 1 Bangkala Kabupaten Jeneponto.


D. Manfaat Penelitian
            Manfaat yang diharapkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1.      Sebagai bahan masukan bagi guru, khususnya guru mata pelajaran Bahasa Inggris untuk meningkatkan kemampuan dalam mengelola pelaksanaan pengajaran Bahasa Inggris
2.      Sebagai bahan masukan bagi pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan.
3.      Sebagai bahan masukan bagi peneliti selanjutnya yang ingin meneliti dengan masalah yang relevan.















BAB II
TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR
A. Tinjauan Pustaka
            Pada proses belajar mengajar, guru harus dapat berperan sebagai motivator dan fasilitator untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Dalam pelaksanaan proses belajar mengajar seorang guru dituntut untuk memiliki kemampuan dan keterampilan proses, misalnya kemampuan guru dalam menempatkan dan menggunakan alat atau media seperti penggunaan Lembar Kegiatan Siswa (LKS).
1.      LKS Sebagai Media Pengajaran
                        Kata media berasal dari bahasa latin dengan bentuk jamak medium yang berarti perantara, maksudnya segala sesuatu yang membawa pesan dari suatu sumber untuk disampaikan kepada penerima pesan. Menurut para ahli antara lain dikemukakan oleh AFCT (Assosiation of Education and Communication Technology) (dalam Hastuti, 1997) memberi batasan tentang media sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi.  
                        Disamping sebagai penyampai atau pengantar, media yang sering diganti kata mediator. Menurut Fleming (dalam Arsyad, 2002 : 4) media adalah penyebab atau alat yang turut campur tangan dalam dua pihak yang berfungsi mengatur hubungan yang efektif antara dua pihak utama dari proses belajar siswa dan isi pelajaran. Sedangkan menurut Gagne (dalam Arsyad, 2002 : 6) media adalah berbagai  hal dalam lingkungan siswa yang merangsangnya untuk belajar.
                        Dari beberapa pengertian media yang dikemukakan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa media adalah alat yang digunakan untuk menyampaikan  atau mengantarkan pesan dari komunikator kepada komunikan, sehingga komunikator dapat mempengaruhi tingkah laku komunikan. Bertolak dari pengertian media secara umum tersebut di atas, berikut ini akan dibahas mengenai media pendidikan atau pengajaran yang dikemukakan para ahli diantaranya Gagne dan Briggs (dalam Hastuti, 1997) secara implisit mengatakan bahwa media pembelajaran meliputi alat yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan isi materi pengajaran, yang terdiri dari buku, modul, tape recorder, kaset, video, kamera, foto, gambar, grafik, computer, suara guru dan perilaku guru.       
                        Begitu pula dengan Heinich, dkk. (dalam Arsyad, 2002) mengemukakan bahwa media pengajaran adalah apabila media itu membawa pesan – pesan atau informasi yang bertujuan instruksional atau mengandung maksud – maksud pengajaran.  Dengan kata lain media pendidikan adalah komponen sumber belajar atau wahana fisik yang mengandung materi instruksional di lingkungan siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar.
                        Tentang Lembar Kegiatan Siswa (LKS) terdapat beberapa pengertian. Bulu (1993) memberikan pengertian tentang LKS sebagai berikut :
             “Lembar Kerja Siswa (LKS) adalah lembar kerja yang berisi informasi, perintah/instruksi dari guru kepada siswa untuk mengerjakan suatu kegiatan belajar dalam bentuk kerja, praktek atau dalam bentuk penerapan hasil belajar untuk mencapai suatu tujuan”.

                        Demikian halnya Hasjim (2001) memberikan batasan pengertian Lembar Kerja Siswa adalah : “Lembar yang digunakan untuk mengarahkan dalam bentuk mengajar dengan pokok bahasan tertentu dalam membantu siswa meningkatkan keterampilan proses bernalar”.
                        Dari beberapa pengertian tentang LKS tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa lembar kerja siswa (LKS) adalah suatu alat bantu dalam bentuk panduan bagi siswa apa yang harus dilakukan dalam memecahkan suatu masalah terhadap mata pelajaran tertentu untuk mencapai tujuan instruksional khusus.  Lembar kerja siswa (LKS) dapat mendorong siswa untuk belajar sendiri berdasarkan pada lembar – lembar kerja yang ada pada LKS. Hasil belajar yang diperoleh siswa melalui kegiatan ini akan memberikan kepuasan tersendiri pada diri siswa yang tidak mudah dilupakan.


2.      Komponen dan Kriteria Lembar Kerja Siswa (LKS)
a. Komponen LKS
            Menurut indawati (1999 : 7) bahwa lembar kerja siswa (LKS) mempunyai komponen sebagai berikut :
1.      Tujuan
a). Tujuan menyatakan perubahan tingkah laku yang diinginkan dari siswa setelah mempelajari LKS tersebut.
b). Untuk mengetahui hasil guna dan daya guna kesempatan belajar yang diberikan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
c). Sebagai umpan balik bagi guru untuk perbaikan proses belajar mengajar berikutnya.
2. Deskripsi Konsep/Prinsip
                            Deskripsi Konsep atau prinsip berdasarkan pada kepentingan materi telah dirumuskan dengan jelas. Pada bagian ini siswa diberikan peluang sebanyak mungkin untuk menemukan konsep atau prinsip yang digambarkan.
3. Prosedur Kegiatan
                            Kegiatan yang diberikan dalam satu LKS dimaksudkan untuk melatih keterampilan proses seperti keterampilan menggunakan alat, pengamatan, pemeriksaan kesimpulan dan sebagainya.  Pada bagian ini termasuk alat – alat dan bahan – bahan yang digunakan pada setiap kegiatan. Corak dan bentuk kegiatan belajar melalui LKS ditentukan oleh bentuk, isi instruksi yang ditulis dalam LKS untuk mencapai keberhasilan siswa dalam belajarnya melalui LKS ditentukan oleh kemampuan siswa itu sendiri di lain pihak.  Sebagai contoh instruksi guru dalam LKS harus berisi apa yang harus dikerjakan, urutan pelaksanaan kegiatan, alat dan bahan yang digunakan, dan waktu yang digunakan.
4. Evaluasi
                            Evaluasi yang dimaksudkan untuk mengetahui seberapa jauh tujuan yang dirumuskan telah tercapai, termasuk evaluasi terhadap proses.
             b. Kriteria Lembar Kerja Siswa (LKS)
                        Menurut Bulu (1993) bahwa kriteria lembar kerja siswa yaitu :
1. Mengacu pada GBPP
2. Ada identitas : Bidang studi, pokok bahasan, topic, waktu dan semester
3. Alat yang digunakan tercantum
4. Bahasanya jelas, mudah dibaca, tidak terlalu banyak kata – kata.
5. Mendorong kreativitas dan imajinasi anak
6.      Mengandung pertanyaan, tugas yang jelas dan singkat serta menantang aktivitas anak.
7.      Menarik dan bila diperlukan dicantumkan gambar, peta, table, grafik dan sebagainya.
8.      Mengembangkan keterampilan proses
9.      Memperhatikan sumber – sumber belajar dalam lingkungan terjangkau
10.  Bila perlu diberi peringatan – peringatan agar anak bekerja secara cermat, teliti dan tertib.
3. Fungsi dan Manfaat LKS
a. Fungsi LKS
          Menurut Syarifuddin (1996), Fungsi LKS ditinjau dari dua segi, yaitu :
1. Dari segi siswa
                            - Sebagai sarana belajar baik di kelas, di ruang praktek, ataupun diluar kelas.
          - Sebagai sarana belajar  dimana siswa berpeluang besar untuk mengembangkan kemampuan, menerapkan pengetahuan, melatih keterampilan dan memproses diri sendiri atau mendapatkan perolehannya.
2. Dari segi guru
Melalui LKS, guru dalam menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar sudah dapat menerapkan metode pembelajaran siswa dengan kadar belajar secara aktif. Guru hanya memberikan instruksi bila diperlukan oleh siswa.
Interfensi yang diberikan oleh guru bukan dalam bentuk jawaban atas pertanyaan siswa, melainkan berupa panduan bagi siswa untuk memecahkan masalah.
b. Manfaat LKS
Menurut Syarifuddin (1996), manfaat LKS terdiri dari :
1). Manfaat bagi siswa
a. LKS dipergunakan untuk mengetahui apakah siswa sudah mengetahui bahan pelajaran yang diberikan.
b.      LKS merupakan usaha perbaikan, dengan umpan balik yang diperoleh setelah mengerjakan kelemahan – kelemahan bahkan dengan teliti siswa mengetahui bab atau bagian dari bahan yang sama yang belum diketahuinya. Dengan demikian ada motivasi untuk meningkatkan penguasaan.
c.       Sebagai diagnosa materi pelajaran yang sudah dipelajari oleh siswa merupakan pengetahuan, keterampilan atau sikap.
2). Manfaat bagi guru
a. Guru dapat mengetahui tingkat pencapaian siswa dalam penyajian pokok / sub pokok bahasan melalui LKS yang diberikan oleh guru. Dengan demikian guru dapat mengambil langkah seperlunya untuk mengatasi siswa yang kurang atau lemah.
b. Dengan LKS guru mengetahui bagaimana, dari bahan buku pelajaran yang belum menjadi milik siswa.
4.  Kelebihan dan Kekurangan LKS
1. Kelebihan LKS
Menurut Indawati (1999), kelebihan LKS sebagai berikut :
a.       Menjadikan siswa lebih aktif karena harus mengajarkan LKS berdasarkan ketentuan yang ada.
b.      Menuntun siswa untuk mencapai tujuan instruksional khusus sesuai yang digariskan dalam GBPP.
c.       Situasi siswa lebih demokratis sehingga dapat menimbulkan kegairahan belajar.
d.      Melatih dan mengembangkan cara belajar siswa untuk dapat belajar secara mandiri.
e.       Guru dapat mengetahui sejauh mana pencapaian siswa dalam suatu pokok bahasan, melalui LKS yang telah dikerjakan oleh siswa.
2. Kekurangan LKS
Menurut Indawati (1999), kekurangan LKS sebagai berikut :
a.       Siswa yang kurang kreatif akan tertinggal dari siswa yang lebih kreatif.
b.      Guru yang kurang kreatif dalam membuat lembar kerja siswa akan mengalami kesulitan.

B. Kerangka Berpikir

            Proses belajar mengajar adalah suatu proses yang sengaja diciptakan untuk kepentingan anak didik, agar anak didik senang dan termotivasi belajar, guru berusaha menyediakan lingkungan yang kondusif dengan memanfaatkan semua potensi kelas, karena proses belajar mengajar akan belajar aktif  bila semua komponen yang berpengaruh didalamnya saling mendukung dalam rangka mencapai tujuan dalam proses belajar mengajar.
Banyak kegiatan yang dapat dirancang oleh seorang guru yang kesemuanya bersifat meningkatkan krerativitas siswa.  Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan lembar kegiatan siswa (LKS) dalam proses belajar mengajar.  Oleh karena itu, penulis ingin mengetahui data akurat mengenai kontribusi penggunaan LKS dalam pengajaran Bahasa Innggris pada siswa kelas I SMU Negeri 1 Bangkala.  Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada bagan kerangka pikir sebagai berikut :

Bagan Kerangka Pikir


Kegiatan Pembelajaran
 
Guru
 
Siswa
 
Analisis
 
 













                                                                                   
 


                                   
Temuan
 
 

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Variabel dan Desain Penelitian

            Variabel penelitian merupakan objek yang akan diteliti untuk mencapai tujuan penelitian. Adapun variabel yang akan diamati dalam penelitian ini adalah variabel tunggal, artinya hanya akan mengamati  satu variabel saja yaitu kontribusi penggunaan LKS dalam pengajaran Bahasa Inggeris pada siswa kelas I SMU Negeri 1 Bangkala Kabupaten Jeneponto.
      Desain penelitian adalah strategi penelitian yang akan dilakukan untuk memperoleh data dan kesimpulan yang lebih akurat tanpa kontaminasi variabel lain yang tidak diteliti. Dalam penelitian ini, teknik yang dipergunakan untuk mengumpulkan data penelitian adalah dengan menggunakan angket dan observasi. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan tujuan dapat mendeskripsikan kontribusi penggunaan LKS dalam pengajaran Bahasa Inggeris pada siswa kelas I SMU Negeri 1 Bangkala Kabupaten Jeneponto.

B. Definisi Operasional Variabel

            Untuk menghindari perbedaan pengertian terhadap variabel yang digunakan dalam penelitian ini maka harus diberikan definisi variabel sehingga yang dimaksudkan menjadi jelas. Yang dimaksud dengan kontribusi penggunaan LKS dalam penelitian ini adalah sumbangan yang diberikan dari pelaksanaan pengajaran dengan menggunakan lembar kegiatan siswa (LKS) yang berisi informasi, perintah instruksi dari guru kepada siswa untuk mengerjakan suatu kegiatan dalam bentuk kerja untuk mencapai tujuan instruksional khusus dalam pembelajaran.

C. Data dan Sumber Data

            Data dalam penelitian ini adalah semua informasi yang didapatkan atau diperoleh dari hasil penyebaran angket dan hasil pengamatan dalam proses belajar mengajar mata pelajaran Bahasa Inggris di dalam kelas.
Dalam penelitian ini, data diperoleh dari siswa dan guru Bahasa Inggeris khususnya di kelas I SMU Negeri 1 Bangkala kabupaten Jeneponto.

D. Teknik Pengumpulan Data

            Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Teknik Angket
Teknik angket adalah cara pengumpulan data dengan menggunakan beberapa pertanyaan kepada sejumlah responden dalam bentuk pertanyaan dan disusun dalam bentuk pilihan ganda. Metode angket sebagai metode utama dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahuin hal – hal yang ingin diketahui yaitu tentang kontribusi penggunaan LKS dalam pengajaran Bahasa Inggeris pada siswa kelas I SMU Negeri 1 Bangkala Kabupaten jeneponto.
2. Teknik Observasi
Teknik observasi digunakan untuk melihat secara langsung kondisi siswa pada saat dilakukan penelitian sehingga proses penarikan kesimpulan menjadi lebih dapat dipercaya (tidak diragukan).

E. Teknik Analisis Data

            Data yang diperoleh melalui penelitian ini dianalisis secara deskriptif yaitu dengan mendeskripsikan hasil angket dan pengamatan. Untuk melakukan kegiatan ini langkah yang ditempuh adalah penyajian data kemudian penarikan kesimpulan.









ANGKET SISWA

ANGKET PENELITIAN “KONTRIBUSI PENGGUNAAN LKS DALAM PENGAJARAN BAHASA INGGERIS PADA SISWA KELAS I SMU NEGERI 1 BANGKALA KABUPATEN JENEPONTO”.
A. Pengantar
            Angket ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi penggunaan LKS dalam pengajaran Bahasa Inggeris pada siswa kelas I SMU Negeri 1 Bangkala Kabupaten Jeneponto.  Oleh karena itu, anda diharapkan memberikan jawaban dengan ikhlas dan jujur untuk memperoleh hasil penelitian seobjektif mungkin demi peningkatan kualitas pengajaran pada masa yang akan datang.
B. Petunjuk Pengisian
            Berilah tanda silang (X) pada salah satu jawaban yang tersedia dan menurut anggapan Anda paling sesuai dengan keadaan sebenarnya.
C. Identitas Responden
            Nama               :
            NIS                 :
            Kelas               :
            Kode               :                                   (diisi oleh peneliti).
D. Pertanyaan
      1. Apakah Anda senang belajar Bahasa Inggeris dengan menggunakan LKS ?.
            a. Sangat senang                     b. Cukup senang
            c. Kurang senang                    d. Tidak senang
      2. Apakah LKS dapat menuntun Anda dalam belajar Bahasa Inggeris ?.
            a. Sangat menuntun                b. Cukup menuntun
            c. Kurang menuntun               d. Tidak menuntun
      3. Apakah dengan LKS Anda termotivasi untuk belajar Bahasa Inggeris ?.
            a. Sangat termotivasi               b. Cukup termotivasi
            c. Kurang termotivasi              d. Tidak termotivasi
      4. Apakah dengan LKS Anda termotivasi untuk menguasai materi pelajaran ?.
            a. Sangat termotivasi               b. Cukup termotivasi
            c. Kurang termotivasi              d. Tidak termotivasi
5.      Apakah dengan menggunakan LKS anda termotivasi untuk belajar mandiri ?.
a. Sangat termotivasi               b. Cukup termotivasi
            c. Kurang termotivasi              d. Tidak termotivasi
6.      Apakah dengan menggunakan LKS anda aktif belajar ?.
a. Sangat aktif                         b. Cukup aktif
c. Kurang aktif                        d. Tidak aktif
7.      Apakah dengan menggunakan LKS, Anda dapat mengembangkan keterampilan bernalar ?.
a. Sangat mengembangkan                 b. Cukup mengembangkan
c. Kurang mengembangkan                d. Tidak mengembangkan
8.      Apakah dengan menggunakan LKS, Anda dapat menerapkan pengetahuan ?.
a. Sangat menerapkan                         b. Cukup menerapkan
c. Kurang menerapkan                        d. Tidak menerapkan
9.      Apakah dengan menggunakan LKS dapat membantu anda dalam menghadapi ulangan ?.
a. Sangat membantu                            b. Cukup membantu
c. Kurang membantu                           d. Tidak membantu
10.  Apakah dengan memiliki LKS dapat memotivasi anda rajin belajar di rumah ?.
a. Sangat termotivasi               b. Cukup termotivasi
            c. Kurang termotivasi              d. Tidak termotivasi
11.  Apakah dengan memiliki LKS, hasil belajar yang anda peroleh memberikan kepuasan bagi anda ?.
a. Sangat memuaskan              b. Cukup memuaskan
c. Kurang memuaskan             d. Tidak memuaskan

12.  Apakah dengan menggunakan LKS, Anda termotivasi untuk belajar bersama ?.
a. Sangat termotivasi               b. Cukup termotivasi
            c. Kurang termotivasi              d. Tidak termotivasi




















ANGKET GURU
ANGKET PENELITIAN “KONTRIBUSI PENGGUNAAN LKS DALAM PENGAJARAN BAHASA INGGERIS PADA SISWA KELAS I SMU NEGERI 1 BANGKALA KABUPATEN JENEPONTO”.
A. Pengantar
            Angket ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi penggunaan LKS dalam pengajaran Bahasa Inggeris pada siswa kelas I SMU Negeri 1 Bangkala Kabupaten Jeneponto.  Oleh karena itu, Anda diharapkan memberikan jawaban dengan ikhlas dan jujur untuk memperoleh hasil penelitian seobjektif mungkin demi peningkatan kualitas pengajaran pada masa yang akan datang.
B. Petunjuk Pengisian
            Berilah tanda silang (X) pada salah satu jawaban yang tersedia dan menurut anggapan Anda paling sesuai dengan keadaan sebenarnya.
C. Identitas Responden
            Nama               :
            NIP                 :
            Kode               :                                   (diisi oleh peneliti).


D. Pertanyaan
1.      Apakah dengan menggunakan LKS, Anda mampu mendiagnosis kesulitan belajar siswa ?.
a. Sangat mampu                                 b. Cukup mampu
c. Kurang mampu                                d. Tidak mampu
2.      Bagaimana perhatian siswa terhadap pelajaran dengan menggunakan LKS ?.
a. Sangat tinggi                                   b. Cukup tinggi
c. Kurang tinggi                                  d. Tidak tinggi
3.      Apakah dengan menggunakan LKS, Anda termotivasi mengajar ?.
a. Sangat termotivasi                           b. Cukup termotivasi
            c. Kurang termotivasi                          d. Tidak termotivasi
4.      Apakah dengan menggunakan LKS, Anda dapat mengetahui tingkat penguasaan siswa terhadap materi pelajaran ?.
a. Sangat mengetahui                          b. Cukup mengetahui
c. Kurang mengetahui                         d. Tidak mengetahui
5.      Apakah LKS bermanfaat bagi Anda dalam pemberian tugas kepada siswa ?.
a. Sangat bermanfaat                          b. Cukup bermanfaat
c. Kurang bermanfaat                         d. Tidak bermanfaat

6.      Apakah LKS dapat memudahkan Anda dalam menyajikan materi pelajaran ?.
a. Sangat memudahkan                       b. Cukup memudahkan
c. Kurang memudahkan                      d. Tidak memudahkan
7.      Apakah dengan menggunakan LKS Anda mendapat umpan balik dari siswa untuk perbaikan proses belajar mengajar selanjutnya ?.
a. Selalu                                               b. Pernah
c. Kadang – kadang                            d. Tidak pernah
8.      Apakah dengan menggunakan LKS Anda dapat mengetahui kemampuan belajar siswa ?.
a. Sangat mengetahui                          b. Cukup mengetahui
c. Kurang mengetahui                         d. Tidak mengetahui
9.      Apakah dengan menggunakan LKS menambah minat belajar siswa ?.
a. Sangat menambah                           b. Cukup menambah
c. Kurang menambah                          d. Tidak menambah
10.  Bagaimana prestasi belajar siswa dengan menggunakan LKS ?.
a. Sangat meningkat                            b. Cukup meningkat
c. Kurang meningkat                           d. Tidak meningkat


DAFTAR PUSTAKA


Arikunto, Suharsimi. 1998. Manajemen Penelitian. Jakarta : Rineka Cipta.
Arsyad, Azhar. 2002. Media Pembelajaran. Jakarta : Raja Grafindo Persada.
Bulu, Batjo. 1993. Menulis dan Menerapkan LKS. Ujung Pandang : Depdikbud Sulsel.
Hasjim. 2001. Kiat Belajar Sukses. Surakarta : Tiga Serangkai.
Hastuti, Sri. 1997. Strategi Belajar Bahasa Indonesia. Jakarta : Depdikbud.
Indawati. 1999. Pengaruh Tugas Tambahan pada pembelajaran dengan Menggunakan LKS terhadap Prestasi Belajar Kimia pada Kelas II SMU Angkasa Maros. Skripsi. Ujung Pandang : FPMIPA IKIP.

Syarifuddin. 1996. Efektifitas Penggunaan LKS dalam Pengajaran Bahasa Indonesia terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas I SLTP Negeri 26 Ujung Pandang. Skripsi. Ujung Pandang : FBS IKIP.